Sate Bandeng, Kuliner Ikonik Banten Tanpa Duri yang Bikin Rindu
Bandeng tanpa duri yang dibumbui santan dan rempah lalu dibakar dengan jepitan bambu. Sate bandeng adalah oleh-oleh wajib saat berkunjung ke Serang.

Siapa pun yang pernah singgah di Serang hampir pasti mengenal sate bandeng. Meski bernama sate, kuliner ini tidak ditusuk seperti sate pada umumnya. Ikan bandeng utuh dijepit dengan bilah bambu, lalu dibakar perlahan di atas bara.
Rahasia di Balik Kelezatannya
Keistimewaan sate bandeng terletak pada proses pembuatannya. Daging bandeng dikeluarkan dengan hati-hati dari kulitnya, dipisahkan dari duri-durinya, lalu dihaluskan bersama santan dan bumbu rempah. Adonan ini kemudian dimasukkan kembali ke dalam kulit ikan sehingga bentuknya tetap utuh seperti bandeng segar.
Hasilnya adalah ikan bakar yang lembut, gurih, sedikit manis, dan yang terpenting, tanpa duri. Tak heran sate bandeng disukai anak-anak hingga orang tua.
Warisan Dapur Kesultanan
Konon, sate bandeng sudah dikenal sejak masa Kesultanan Banten sebagai hidangan istimewa. Kini resepnya diwariskan turun-temurun oleh keluarga-keluarga perajin kuliner di Serang.
Penggerak Ekonomi Lokal
Sentra sate bandeng di Kota Serang menjadi tujuan wisatawan yang mencari oleh-oleh. Banyak usaha rumahan berkembang menjadi merek yang dikenal luas, bahkan melayani pesanan ke luar daerah. Kuliner ini membuktikan bahwa resep tradisional bisa menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.


