Kamis, 5 November 2026
Kuliner

Rabeg, Hidangan Berempah Warisan Kesultanan Banten

Olahan daging kambing berkuah rempah ini lahir dari kisah perjalanan Sultan Maulana Hasanuddin ke Tanah Arab. Rasanya kaya, hangat, dan penuh sejarah.

Rabeg, Hidangan Berempah Warisan Kesultanan Banten
Ilustrasi: BANTEN.TODAY

Rabeg adalah salah satu kuliner khas Serang yang menyimpan kisah menarik. Hidangan ini umumnya dibuat dari daging kambing yang dimasak dengan kuah berbumbu rempah, menghasilkan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas.

Kisah dari Kota Rabigh

Cerita yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa nama rabeg berasal dari Rabigh, sebuah kota pelabuhan di dekat Jeddah. Sultan Maulana Hasanuddin disebut terkesan dengan kota tersebut saat menunaikan perjalanan ke Tanah Suci, lalu nama itu diabadikan menjadi sebuah hidangan istimewa sepulangnya ke Banten.

Kaya Rempah, Kaya Rasa

Bumbu rabeg biasanya terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, merica, pala, kayu manis, dan kecap manis. Perpaduan rempah ini mencerminkan akulturasi budaya Arab dan Nusantara yang harmonis.

Dahulu, rabeg kerap disajikan dalam acara-acara penting dan hajatan keluarga. Kini, hidangan ini mudah ditemukan di rumah makan khas Banten di Serang dan sekitarnya.

Rasa yang Menyatukan

Rabeg adalah contoh bagaimana makanan bisa menjadi jembatan sejarah. Setiap suapan mengingatkan kita bahwa Banten sejak dulu adalah wilayah terbuka yang mampu meramu pengaruh luar menjadi identitas yang khas.

Bagikan kabar baik ini

Sebarkan ke teman, keluarga, dan komunitas Anda.