Kamis, 5 November 2026
Sejarah

Mercusuar Cikoneng Anyer, Menara Tua yang Setia Menerangi Selat Sunda

Dibangun pada 1885 setelah letusan Krakatau, Mercusuar Cikoneng berdiri di titik nol Jalan Anyer–Panarukan dan menjadi ikon wisata sejarah pesisir Banten.

Mercusuar Cikoneng Anyer, Menara Tua yang Setia Menerangi Selat Sunda
Ilustrasi: BANTEN.TODAY

Di tepi pantai Anyer, Kabupaten Serang, berdiri menara putih menjulang yang dikenal sebagai Mercusuar Cikoneng. Bangunan ini didirikan pemerintah Hindia Belanda pada 1885, menggantikan mercusuar sebelumnya yang hancur akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883.

Penjaga Jalur Pelayaran

Selat Sunda adalah jalur laut penting yang menghubungkan Jawa dan Sumatra. Selama lebih dari satu abad, Mercusuar Cikoneng membantu kapal-kapal berlayar dengan aman, terutama di malam hari. Hingga kini, menara ini masih berfungsi sebagai sarana bantu navigasi pelayaran.

Titik Nol Jalan Anyer–Panarukan

Kawasan sekitar mercusuar juga dikenal sebagai titik nol Jalan Raya Pos atau Jalan Anyer–Panarukan, jalan panjang yang membentang di Pulau Jawa sejak awal abad ke-19. Penanda titik nol ini kerap menjadi spot foto favorit wisatawan.

Dari puncak sejarah hingga tepi pantai, Anyer menyimpan cerita yang tak habis dibaca.

Paket Lengkap Wisata Anyer

Setelah mengunjungi mercusuar, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke pantai-pantai di sepanjang Anyer dan Carita, menikmati kuliner laut, atau memandang Selat Sunda saat matahari terbenam. Perpaduan sejarah dan keindahan alam menjadikan Anyer destinasi yang selalu menarik untuk dikunjungi kembali.

Bagikan kabar baik ini

Sebarkan ke teman, keluarga, dan komunitas Anda.